Ayah bunda, jangan biasakan tidak
menepati janji kepada anak, karena akan berdampak kepada perkembangan emosional
anak kita sendiri. Sebagai contoh: ketika anak kita meminta diantarkan pergi latihan melukis bersama teman-temannya. Kemudian ayah bunda menjanjikan untuk akan mengantarnya. Pada saat janji itu terucap,
bisa saja hati dan pikiran anak sudah sampai duluan di tempat latihan itu,
dalam artian anak kita sudah menghayalkan moment-moment yang akan dia alami di tempat latihan. Kemudian, ayah bunda tiba-tiba
membatalkan dengan alasan yang tidak jelas, bahkan ketika anak tetap merengek
ayah bunda malah marah-marah. Kemudian pada akhirnya ketidakberdayaan mereka,
membuat mereka harus menerima kenyataan itu. Apa yang akan terjadi kepada anak kita?
Tidak menepati janji kepada anak,
bukanlah perkara sepele, tidak menepati janji bisa saja kita telah mematahkan
hati anak kita sendiri, membuatnya kecewa dan hilang kepercayaan. Jika hal ini
sering dilakukan bisa saja mengganggu mental sehat anak, apalagi untuk
anak-anak yang melankolis.
Rasa kesal dan kecewa yang
dialami anak terhadap orang tuanya bisa saja dipendam secara terus menerus atau
mereka tunjukkan dalam bentuk perilaku negatif ketika mereka berada di sekolah.
Anak yang kecewa dan kesal pada orang tuanya, mood nya akan buruk, dan tidak
akan bersemangat untuk belajar. Anak perempuan biasanya akan menunjukkan
perilaku murung, namun anak laki-laki akan memiliki kecenderungan bersikap nakal.
Lebih jauh dampak sering tidak
tepat janji terhadap anak adalah anak kehilangan kepercayaan, dan otak mereka
akan menyimpulkan sendiri bahwa janji itu bukanlah sesuatu yang penting.
Tidak tepat janji, memiliki dampak jangka panjang pada anak.
Kebiasaan tidak menepati janji pada anak, juga memberi dampak jangka panjang pada anak. Anak-anak kita tentu terus tumbuh, berkembang dan saling berinteraksi dengan orang lain. Anak yang sering dikecewakan, juga akan mudah
untuk tidak menepati janji. Ini akan berdampak buruk pada hubungan sosial anak.
Anak akan menjadi pribadi yang tidak di senangi, tidak dipercayai, dan bisa aja
terlibat permasalahan yang lebih kompleks, seperti membatalkan sebuah
kesepakatan penting.
Oleh karena itu, kita sebagai
orang tua perlu menyadari bahwa pembentukan karakter anak yang paling utama
adalah ketika mereka dirumah. Anak adalah pantulan dari ajaran dan pembiasan apa
yang telah kita tanamkan kepada mereka. Jika ayah bunda sering tidak menepati
janji, anak juga akan tumbuh menjadi pribadi yang seperti itu. Dia akan sulit
percaya pada orang lain, tidak menganggap janji itu penting, dan gampang
mengingkari janji.
Baiklah teman-teman, demikian dulu pembahasan kita terkait pentingnya menepati janji pada anak. Meskipun singkat, semoga kita semua dapat mengambil manfaatnya. Terima kasih sudah membaca, sampai jumpa pada artikel menarik lainnya, see u...
Tidak ada komentar: