![]() |
Teman-teman pernah nonton film bolliwood yang berjudul Tare
ga sih? Film tersebut dibintangin oleh aktor bolliwood Amir Khan. Film tersebut
mengisahkan tentang seorang guru yang memahami muridnya mengalami gangguan disleksia. Jika teman-teman sudah
pernah nonton, sudah kebayang donk, gangguan disleksia pada anak itu seperti
apa. Disleksia merupakan suatu kondisi yang menyebabkan kesulitan yang
terus-menerus dalam memperoleh kemampuan membaca dan menulis. Masalah yang
dialami seperti penyusunan urutan, pengorganisasian ucapan dan tulisan,
pengendalian motorik halus, kesulitan mengarahkan gerak. Meski demikian tingkat
kesulitan tentu saja berbeda antara individu satu dengan individu lainnya. Disleksia
lebih banyak menyerang anak laki-laki daripada anak perempuan, dan cenderung
dipengaruhi faktor keturunan.
Kebanyakan anak yang mengalami disleksia ini juga mengalami masalah dengan bunyi yang membentuk kata-kata, maupun kesulitan dalam interpretasi kata, persepsi, peyusunan urutan, menulis, dan mengeja. Pada sisi positifnya, banyak penyandang disleksia memiliki bakat yang kuat di bidang seni, desain, menghitung, dan berpikir lateral.
Untuk membantu anak disleksia dalam belajar salah satunya adalah dengan membuat proses belajar membaca dan menulis menjadi lebih menarik seperti menggunakan vidio, gambar, suara atau animasi. Membiasakan kegiatan membaca dan menulis secara rutin walaupun hanya sedikit, lama-lama anak akan terbiasa melihat huruf dan kata sehingga dapat menuliskannnya dengan benar. Bermain kata yang dikombinasikan dengan aktivitas atau media yang menarik juga dapat membantu anak disleksia dalam belajar, seperti menulis di pasir, menulis pada kertas yang lebar, menggunakan tinta warni warni dan sebagainya.
Diskalkulia
Pada hakikatnya diskalkulia berhubungan dengan kekurangan
anak dalam belajar matematika. Hal ini dapat mencakup kesulitan untuk mengerti
dan mengingat konsep angka dan hubungan angka seperti menghafal angka (tanggal,
nomor hp, nomor identitas), menghitung, mengelompokkan angka, serta kesulitan
memahami sistim penomoran. Diskalkulia bersifat perkembangan artinya siswa
selalu mengalami kesulitan dalam mata pelajaran tersebut. Untuk membantu
anak-anak diskalkulia dalam belajar kita dapat menggunakan gambar atau
kata-kata yang dapat membantu pemahaman anak.
Dispraksia
Dipraksia berhubungan dengan ketidakmampuan anak mengatur gerak. Ini juga dikenal sebagai gangguan koordinasi perkembangan. Gangguan ini disebabkan oleh gangguan saraf megirim sinyal dari otak ke otot anggota gerak. Dispraksia seringa menyerang anak laki-laki dan sering terjadi berbarengan dengan kondisi disleksia. Gejala dispraksia tentu akan tampak berbeda saat anak tumbuh dan usia sekolah. Disaat anak tumbuh anak akan mengalami keterlambatan dalam merangkak, berjalan, makan sendiri, berpakaian sendiri. Adapun saat usia sekolah, anak akan mangalami kesulitan dalam keterampilan motorik halus seperti menulis, membuat karya seni atau bermain dengan balok.
Anak yang mengalami
ganggguan dispraksia juga mudah marah. Anak yang mengalami dipraksia cenderung tidak dapat menjawab pertanyaan sederhana
meski mereka tahu jawabannya.Untuk membantu anak-anak dispraksia belajar kita harus mengenali akar penyebab masalahnya terlebih dahulu kemudian memberikn dukungan yang tepat. Seperti contoh, jika anak merasa kesulitan dalam menulis menggunakan tangan, kita dapat memberikan dukungan kepadanya mengetik dengan sentuhan atau membuat rekaman audio. Memberikan waktu yang pengerjaan tugas yang lebih banyak, melakukan pengulangan materi, dan pendekatan langkah-demi langkah yang bertahap dapat membantu anak-anak dispraksia dalam belajar. Jangan lupa memberi apresiasi terhadap pencapaiannya sehingga semangatnya tetap terjaga.
Terima kasih telah membaca artikel ini. Jangan lupa untuk
berbagi artikel ini dengan teman-temanmu. Sampai jumpa di artikel menarik lainnya.
Luar biasa buk.. informasi bermanfaat sekali.🙏
BalasHapus