Mengenal 3 Kesulitan Belajar Pada Anak



Halo teman-teman, apa kabar? Hari ini kita akan membahas 3 kesulitan belajar khusus yang mungkin dialami oleh anak yaitu Disleksia, Diskalkulia dan Dispraksia. Apa sih perbedaan ketiga istilah tersebut? Mari kita bahas satu persatu!

Disleksia

Teman-teman pernah nonton film bolliwood yang berjudul Tare ga sih? Film tersebut dibintangin oleh aktor bolliwood Amir Khan. Film tersebut mengisahkan tentang seorang guru yang memahami muridnya mengalami gangguan disleksia. Jika teman-teman sudah pernah nonton, sudah kebayang donk, gangguan disleksia pada anak itu seperti apa. Disleksia merupakan suatu kondisi yang menyebabkan kesulitan yang terus-menerus dalam memperoleh kemampuan membaca dan menulis. Masalah yang dialami seperti penyusunan urutan, pengorganisasian ucapan dan tulisan, pengendalian motorik halus, kesulitan mengarahkan gerak. Meski demikian tingkat kesulitan tentu saja berbeda antara individu satu dengan individu lainnya. Disleksia lebih banyak menyerang anak laki-laki daripada anak perempuan, dan cenderung dipengaruhi faktor keturunan.

Kebanyakan anak yang mengalami disleksia ini juga mengalami masalah dengan bunyi yang membentuk kata-kata, maupun kesulitan dalam interpretasi kata, persepsi, peyusunan urutan, menulis, dan mengeja. Pada sisi positifnya, banyak penyandang disleksia memiliki bakat yang kuat di bidang seni, desain, menghitung, dan berpikir lateral. 

Untuk membantu anak disleksia dalam belajar salah satunya adalah dengan membuat proses belajar membaca dan menulis menjadi lebih menarik seperti menggunakan vidio, gambar, suara  atau animasi. Membiasakan kegiatan membaca dan menulis secara rutin walaupun hanya sedikit, lama-lama anak akan terbiasa melihat huruf dan kata sehingga dapat menuliskannnya dengan benar. Bermain kata yang dikombinasikan dengan aktivitas atau media yang menarik juga dapat membantu anak disleksia dalam belajar, seperti menulis di pasir, menulis pada kertas yang lebar, menggunakan tinta warni warni dan sebagainya.

Diskalkulia

Pada hakikatnya diskalkulia berhubungan dengan kekurangan anak dalam belajar matematika. Hal ini dapat mencakup kesulitan untuk mengerti dan mengingat konsep angka dan hubungan angka seperti menghafal angka (tanggal, nomor hp, nomor identitas), menghitung, mengelompokkan angka, serta kesulitan memahami sistim penomoran. Diskalkulia bersifat perkembangan artinya siswa selalu mengalami kesulitan dalam mata pelajaran tersebut. Untuk membantu anak-anak diskalkulia dalam belajar kita dapat menggunakan gambar atau kata-kata yang dapat membantu pemahaman anak.

Dispraksia

Dipraksia berhubungan dengan ketidakmampuan anak mengatur gerak. Ini juga dikenal sebagai gangguan koordinasi perkembangan. Gangguan ini disebabkan oleh gangguan saraf megirim sinyal dari otak ke otot anggota gerak. Dispraksia seringa menyerang anak laki-laki dan sering terjadi berbarengan dengan kondisi disleksia. Gejala dispraksia tentu akan tampak  berbeda saat anak tumbuh dan usia sekolah. Disaat anak tumbuh anak akan mengalami keterlambatan dalam merangkak, berjalan, makan sendiri, berpakaian sendiri. Adapun saat usia sekolah, anak akan mangalami kesulitan dalam keterampilan motorik halus seperti menulis, membuat karya seni atau bermain dengan balok. 

Anak yang mengalami ganggguan dispraksia juga mudah marah. Anak yang mengalami dipraksia cenderung tidak dapat menjawab pertanyaan sederhana meski mereka tahu jawabannya.Untuk membantu anak-anak dispraksia belajar kita harus mengenali akar penyebab masalahnya terlebih dahulu kemudian memberikn dukungan yang tepat. Seperti contoh, jika anak merasa kesulitan dalam menulis menggunakan tangan, kita dapat memberikan dukungan kepadanya mengetik dengan sentuhan atau membuat rekaman audio. Memberikan waktu yang pengerjaan tugas yang lebih banyak, melakukan pengulangan materi, dan pendekatan langkah-demi langkah yang bertahap dapat membantu anak-anak dispraksia dalam belajar. Jangan lupa memberi apresiasi terhadap pencapaiannya sehingga semangatnya tetap terjaga.

Terima kasih telah membaca artikel ini. Jangan lupa untuk berbagi artikel ini dengan teman-temanmu. Sampai jumpa di artikel menarik lainnya.


Mengenal 3 Kesulitan Belajar Pada Anak Mengenal 3 Kesulitan Belajar Pada Anak Reviewed by Purnama Merindu on Januari 26, 2024 Rating: 5

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.