![]() |
Gambar hanya ilustrasi |
Halo, teman-teman guru seluruh Indonesia. Kali ini saya akan mengajak teman-teman belajar bagaimana merancang asesmen pada jenjang Sekolah Dasar. Asesmen yang saya maksud disini bisa merupakan asesment formatif ataupun sumatif.
Seperti yang kita ketahui, salah satu tujuan asesmen adalah untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran. Adapun rencana asesmen sudah kita tentukan saat kita merumuskan alur tujuan pembelajaran dan tujuan pembelajaran. Baiklah eman-teman, pada pembahasan kali ini kita akan menggunakan contoh asesmen formatif pada mata pelajaran IPAS di Fase b sebagai berikut:
- Ruang Lingkup : Daur Air
- Asesmen formatif : Murid akan menceritakan perjalanan air di sekitarnya beserta kondisinya dengan menggunakan konsep daur air.
Adapun penjelasan dari asesmen tersebut adalah murid dibebaskan untuk memilih media bercerita sesuai dengan minatnya. Media yang dipilih bisa berupa video, komik, infografis, lagu dan sebagainya. Metode pengajaran akan dilakukan melalui beberapa kegiatan yaitu obeservasi, diskusi di kelas, demonstrasi di kelas, wawancara, investigasi atau penyelidikan. Murid akan diminta mengamati air di sekitarnya, kemudian murid diminta untuk melakukan penyelidikan secara mandiri mengenai perjalanan air tersebut dalam proses daur air.
Melalui asesmen ini guru dapat mengukur kemampuan observasi dan penyelidikan murid. Guru juga bisa mengukur sejauh mana pemahaman murid mengenai konsep daur air sesuai dengan kompetensi dalam tujuan pembelajarannya. Agar proses asesmen lebih terarah maka tujuan pembelajaran tersebut perlu kita turunkan untuk menjadi indikator kompetensi. Apa yang perlu murid tunjukkan dalam karyanya untuk membuktikan tujuan pembelajaran telah tercapai.
Indikator Tujuan Pembelajaran:
- Murid dapat menjelaskan konsep daur air dengan menggunakan contoh air dilingkungan sekitarnya. (Indikator kompetensi pemahaman konsep)
- Saat menceritakan perjalanan air, murid dapat menyebutkan kondisi air yang diamati, apakah bersih atau tercemar. (Indikator kompetensi mengamati serta melakukan penyelidikan)
- Murid dapat mengidentifikasi penyebab kondisi air tercemar dalam perjalanan air yang diceritakan. (Indikator kompetensi mengamati serta melakukan penyelidikan)
Karena lebih dari satu indikator yang mau diukur kita dapat menggunakan rubrik sebagai instrumennya. Dengan rubrik kita bisa melakukan penilaian terhadap beberapa indikator secara objektif dan transparan. Dari indikator kompetensi yang sudah dibuat tadi kita dapat merancang rubrik untuk mengukur pemahaman konsep serta pengamatan dan penyelidikan.
Karena murid akan menceritakan dalam sebuah media, kita juga bisa menambahkan indikator media dalam rubrik ini. Sekarang mari kita coba simulasi cara merancang rubrik untuk proyek tersebut. Rubrik dapat memuat 4-5 tingkatan capaian kompetensi. Misalnya kita membuat 4 tingkatan yaitu mahir, cakap, layak, dan berkembang. Nama tingkatan pun bisa teman-teman ganti menjadi yang lain. Misalnya baik sekali, baik, cukup, dan kurang. Dibebaskan kepada kreativitas teman-teman. Setiap indikator tadi kemudian dibuat kriterianya untuk setiap tingkatan. Misalnya untuk indikator pemahaman konsep. Seperti apa kriteria pemahaman konsep untuk tingkat mahir? Contohnya dikatakan mahir jika memenuhi kriteria berikut:
Kriteria pemahaman tingkatan mahir:
- Menceritakan pemahamannya mengenai konsep daur air dengan benar dan runut.
- Menggunakan kosakata ilmiah yang runut.
- Menggunakan contoh sungai dan kali yang ada disekitarnya.
Saat membuat kriteria untuk tingkatan cakap kita tinggal menurunkan dari kriteria yang mahir yaitu:
Kriteria pemahaman tingkatan cakap:
- Menceritakan pemahamannya mengenai konsep daur air dengan benar dan runut.
- Ada penggunaan kosakata ilmiah yang kurang tepat
- Menggunakan contoh sungai dan kali yang ada disekitarnya.
Kriteria pemahaman tingkatan layak:
- Menceritakan pemahamannya mengenai konsep daur air dengan benar dan runut, namun kurang tepat.
- Ada penggunaan kosakata ilmiah yang kurang tepat
- Menggunakan contoh sungai dan kali yang ada disekitarnya.
Terakhir kriteria layak kita turunkan untuk membuat kriteria berkembang yaitu;
Kriteria pemahaman tingkatan berkembang:
- Menceritakan pemahamannya mengenai konsep daur air dengan benar dan runut, namun kurang tepat.
- Ada penggunaan kosakata ilmiah yang kurang tepat
- Menggunakan contoh yang tidak spesifik.
Kriteria yang dibuat dalam rubrik perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan murid di kelas kita. Dalam menyiapkan rubrik penilaian kita dapat memodifikasi rubrik-rubrik yang sudah ada ataupun membuat sendiri. Rubrik juga perlu diinformasikan kepada murid sebelum melakukan asesmen, sehingga murid dapat mengklarifikasi jika ada yang belum dipahami terkait asesmen tersebut. Murid juga dapat mengukur kemampuannya dan membuat target capaiannya sendiri. Dengan begitu asesmen menjadi milik bersama, bukan sekedar tugas yang diberikan gurunya. Jadi saat kita membuat rubrik, buatlah dengan tulisan yang juga dapat dipahami oleh murid.
Selanjutnya agar proses asesmen berjalan lancar dan murid berhasil mencapai kompetensi dalam tujuan pembelajaran murid perlu dipersiapkan terlebih dahulu. Kita perlu membuat intruksi yang jelas beserta kriteria yang diminta agar murid mengetahui ekspektasi gurunya. Misal, pada asesmen mengenai daur air tadi murid akan diminta untuk mengamati kondisi air di sekitarnya. Sekarang perhatikan contoh instruksi berikut. "Anak-anak kalian akan mengamati kondisi air di sekitar kalian ya bisa di rumah, got, sungai danau dan lain-lain di sekitar kalian".Melalui intruksi yang diberikan murid mengetahui letak-letak tempat bisa melakukan pengamatan. Namun belum ada instruksi yang jelas yang perlu mereka amati. Apakah mengamati warna, aroma, atau faktor lain? Akibatnya saat murid menceritakan bisa saja ada murid yang menjelaskan dengan sangat mendetail atau hanya menjelaskan secara umum. Kita pun jadi kesulitan melakukan asesmen untuk kompetensi mengamati.
Selanjutnya coba perhatikan contoh instruksi berikut. "Kalian akan mengamati kondisi air di sekitar kalian ya! Bisa di rumah got, sungai, danau dan lain-lain di sekitar kalian. Amati warna bau serta pengotor yang terlihat".
Melalui instruksi yang jelas seperti diatas:
- Murid mengetahui hal yang perlu diamati.
- Murid mengetahui hal yang dapat disampaikan pada laporannya.
- Guru dapat melakukan asesmen untuk kompetensi mengamati dari laporan murid.
- Guru dapat memberikan umpan balik yang lebih terarah.
Teman-teman pemberian instruksi bisa melalui banyak media. Kita bisa menyampaikan secara lisan dalam bentuk media tertulis seperti lembar aktivitas atau melalui teks atau voice note di grup WhatsApp. Apapun medianya yang penting adalah instruksi disampaikan secara jelas dan bisa membantu murid-murid dalam melakukan asesmen. Instruksi menjadi bagian penting dalam merancang asesmen. Instruksi yang jelas akan membuat proses asesmen lebih terarah dan terukur.
Dari uraian diatas dapat kita simpulkan kembali apa saja yang perlu disiapkan dalam merancang proses asesmen yaitu:
- Menentukan asesmen apa dan indikator pencapaian kompetensinya.
- Menyiapkan alat ukur atau instrumennya.
- Menyiapkan instruksi atau panduan untuk murid.
Teman-teman, mari kita mulai melibatkan murid dalam melakukan asesmen. Sampaikan rubrik penilaian dari awal kepada murid, sehingga murid mengetahui capaian yang diharapkan. Dengan begitu, murid dapat belajar menilai kemampuannya, menetapkan terget, serta melakukan refleksi belajar.
Rancanglah asesmen yang dapat memberikan keleluasaan untuk murid menggunakan kemampuan dan minatnya masing-masing. Sehingga asesmen bisa menjadi hal yang menyenangkan dan menantang murid.
Bagaimana teman-teman, sudah siapkah merancang asesmen yang tepat untuk murid? Jangan pernah lelah untuk terus belajar dan melakukan perbaikan. Sekian dulu pembahasan kali ini. Terima kasih sudah membaca, jangan lupa bagikan juga ke media sosial teman-teman. Sampai jumpa. Salam dan bahagia.
Sumber: PMM
#asesmen SD #penilaiankurikulummerdeka
Tidak ada komentar: