Contoh Skenario Pembelajaran Berdiferensiasi

"Gambar hanya Ilustrasi"

Halo, teman-teman, apa kabar? Semoga kita semua dalam keadaan sehat. Aamiin. Bagi teman-teman yang masih bingung bagaimana merencanakan pembelajaran berdiferensiasi, pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi skenario singkat terkait perencanan pembelajaran berdiferensiasi di Sekolah Dasar. Semoga ini dapat membuka pikiran dan menjadi inspirasi bagi teman-teman.

SKENARIO PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

KELAS VI

Assalamu’alaikum W.W, perkenalkan saya Herlina Fransiska, S.Pd, guru kelas VI dengan jumlah peserta didik 12 orang. Sebagai guru kelas VI, pada pertemuan Minggu depan, menurut program yang disusun, saya akan mengajar Matematika dengan materi Jaring-jaring Bangun Ruang. Adapun tujuan pembelajaran yang ingin dicapai adalah 1. Peserta didik dapat mengenal berbagai bentuk jaring-jaring bangun ruang, 2. Peserta didik dapat membuat jarring-jaring bangun ruang dan merangkainya menjadi sebuah bangun ruang. Untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut, saya mencoba menyusun rencana/skenario pembelajaran yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan murid saya yang beragam. Untuk diketahui, peserta didik yang berada dikelas VI saat ini, juga merupakan murid saya sewaktu mereka duduk di kelas V, sehingga berdasarkan pengamatan dan pengalaman belajar sewaktu mereka di kelas V, sebagai guru saya telah mengenal gaya belajar mereka. Kemudian saya membuat pemetaan siswa berdasarkan gaya belajar mereka.

Gaya Belajar Siswa

Nama Peserta Didik

Visual

Auditori

Kinestetik

Wisnu

 

 

Rino

 

 

Haziq

 

Aidil

Martha

 

 

Wulan

 

 

Kia

 

 

Nazwa

 

Reva

 

Tiara

 

 

Zulaika

 

 

Daffa

 

 

 

Dari hasil pemetaan gaya belajar tersebut, pada saat pembelajaran berlangsung, saya merencanakan akan mengadakan aktivitas belajar/bekerja kelompok dengan susunan anggota masing-masing kelompok terdiri dari anak Visual, Auditori, dan Kinestetik. Untuk peserta didik yang memiliki lebih dari satu gaya belajar yang dominan saya putuskan memilih salah satu. Selain gaya belajar siswa, untuk membagi sebaran anggota kelompok saya juga mempertimbangkan hasil tes diagnostik kognitif dengan hasil sebagai berikut:

Hasil Tes Diagnostik Kognitif

Nama Peserta Didik

Paham Utuh

Paham Sebagian

Tidak Paham

Wisnu

 

 

Rino

 

 

Haziq

 

 

Aidil

 

 

Martha

 

 

Wulan

 

 

Kia

 

 

Nazwa

 

 

Reva

 

 

Tiara

 

 

Zulaika

 

 

Daffa

 

 

   

Berdasarkan data mentah pemetaan gaya belajar dan hasil tes diagnostik kognitif peserta didik diatas, saya mencoba menyusun kelompok belajar dengan pertimbangan setiap kelompok terdiri dari peserta didik yang memiliki gaya belajar yang beragam, dan terdapat minimal satu siswa yang hasil tes diagnostiknya “paham utuh”, sehingga bisa diandalkan sebagai narasumber untuk teman-temannya. Setelah mempertimbangkan hal-hal diatas maka disusun pembagian kelompok sebagai berikut:

Kelompok 1

Kelompok 2

Kelompok 3

Rino, Reva, Marta, Wisnu

Haziq, Wulan, Tiara, Daffa

Aidil, Nazwa, Zulaika, Kia

   

Selanjutnya, saya mempersiapkan alat dan bahan yang sekiranya dapat memenuhi kebutuhan gaya belajar peserta didik yang beragam, yaitu sebagai berikut:

  1. Vidio yang berkaitan dengan bangun ruang (anak visual dan auditori)
  2. Tablet (anak visual dan auditori)
  3. Meminta siswa mengumupulkan aneka kemasan produk yang berbentuk bangun ruang (anak kinestetik)
  4. KIT permainan bangun ruang (anak kinestetik)
  5. Beragam buku sumber (anak visual)
  6. Infokus, karton, gunting, dan lem

Aktivitas kegiatan pembelajaran:

  1. Setelah kegiatan awal pembelajaran, saya menjelaskan konsep jaring-jaring bangun ruang dengan menayangkan video dan memperlihatkan contoh jaring-jaring bangun ruang dengan memanipulasi salah satu benda konkret yang tersedia (ditargetkan untuk anak dengan gaya belajar visual dan auditori)
  2. Siswa diminta bekerja dalam kelompok dengan tagihan tugas menyusun berbagai macam bentuk jaring-jaring bangun ruang pada sebuah karton dan membuat salah satu jaring-jaring bangun ruang, kemudian merangkainya menjadi bangun ruang. Masing-masing kelompok mendapatkan alat dan bahan berupa tablet, buku sumber, KIT, karton, gunting, lem, dan aneka kemasan produk.
  3. Setelah kegiatan selesai, perwakilan kelompok diminta mempresentasikan hasil kerjanya.
  4. Guru memberi umpan balik terhadap presentasi siswa.
  5. Guru memberikan soal tes kognitif untuk melihat pemahaman siswa terkait jaring-jaring.
  6. Guru mengajak siswa menyimpulkan pelajaran dan berefleksi.
  7. Untuk tugas dirumah, siswa diminta menunjukkan pemahamannya terkait pembelajaran jaring-jaring bangun ruang dengan cara yang mereka sukai. (Misalnya, dengan membuat benda bermanfaat dari rangkaian jaring-jaring bangun ruang, membuat gambar aneka bentuk jaring-jaring bangun ruang.dll) 

Demikianlah skenario singkat bagaimana memulai perencanaan pembelajaran berdiferensiasi. Untuk lebih menguatkan pemahaman teman-teman terkait pelaksanaannya, teman-teman dapat menonton vidio dibawah ini:







 









Contoh Skenario Pembelajaran Berdiferensiasi Contoh Skenario Pembelajaran Berdiferensiasi Reviewed by Purnama Merindu on Februari 16, 2024 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.