Halo, apa kabar Ayah Bunda? Kali ini saya
sedikit tertarik membahas tentang film atau tontonan anak-anak di Youtube yang
berjudul “Baby Bus”. Kenapa saya tertarik membahas ini? Karena sebagai orang
tua yang sibuk bekerja, banyak pengetahuan dasar yang diketahui anak-anak saya
yang setelah ditanyai mereka bilang “kami tahu dari baby bus, Bunda”.
Contohnya: anak saya sering bilang “Bunda, kata Baby Bus, kalo kamu sendirian
dirumah, jangan bukakan pintu untuk orang asing”. Positif sekali kan ayah bunda?
Tanpa saya beritahu, anak-anak saya sudah tahu dengan sendirinya. Yuk, kita
bahas sekilas tentang Film ini Baby Bus ini Ayah Bunda!
Sekilas
tentang Baby Bus
"Baby Bus"
adalah merek yang dikenal karena menyediakan berbagai konten edukatif untuk
anak-anak prasekolah, termasuk aplikasi permainan, animasi, dan buku cerita.
Film-film dari "Baby Bus" umumnya disesuaikan untuk anak-anak
prasekolah dan didesain agar bersifat mendidik serta menghibur. Mereka sering
kali mengajarkan nilai-nilai positif, keterampilan dasar, dan pengetahuan
tentang dunia sekitar dengan cara yang menyenangkan dan ramah anak-anak.
Apa ya..dampak
positifnya jika anak kita senang menonton Baby Bus?
Ayah Bunda untuk
anak-anak yang gemar menonton film atau konten "Baby Bus" dapat
memiliki beberapa dampak positif pada perkembangan anak-anak. Anak-anak dapat
memperoleh berbagai bentuk pendidikan dari menonton film "Baby Bus", diantaranya:
- Pendidikan Prasekolah Dasar: Film "Baby Bus" sering mengajarkan konsep dasar yang penting untuk anak-anak prasekolah, seperti pengenalan angka, huruf, bentuk, warna, dan konsep-konsep matematika sederhana.
- Keterampilan Sosial dan Emosional: Melalui interaksi antar karakter dan cerita dalam film, anak-anak dapat belajar tentang empati, kerjasama, berbagi, dan bagaimana berkomunikasi dengan orang lain dengan cara yang baik.
- Pengenalan Lingkungan dan Pengetahuan Umum: Film "Baby Bus" sering kali menyajikan cerita-cerita yang mengenalkan anak-anak pada berbagai lingkungan dan kehidupan sehari-hari, termasuk tentang alam, transportasi, alat-alat, dan aktivitas sehari-hari.
- Kreativitas dan Imajinasi: Aktivitas interaktif dalam film "Baby Bus", seperti mewarnai atau memecahkan teka-teki, dapat merangsang kreativitas dan imajinasi anak-anak.
- Keterampilan Kognitif: Film "Baby Bus" dapat membantu mengembangkan keterampilan kognitif anak-anak, seperti kemampuan memecahkan masalah, memperhatikan detail, dan memahami pola.
- Keterampilan Bahasa: Dialog dalam film "Baby Bus" membantu meningkatkan keterampilan berbahasa anak-anak, baik dalam pemahaman maupun penggunaan kata-kata dan frasa baru.
Dengan demikian, film "Baby Bus" dapat menjadi alat yang efektif untuk mendukung pembelajaran anak-anak prasekolah, baik di rumah maupun di lingkungan pendidikan formal. Namun, sebaiknya konten tersebut digunakan secara seimbang dengan kegiatan lain yang mendukung perkembangan holistik anak.
Ternyata dampak
positifnya banyak sekali ya Ayah Bunda,
lalu, bagaimana dengan dampak negatifnya? Apakah ada? Mari kita simak uraian
berikut!
Meskipun film "Baby Bus" umumnya disajikan sebagai konten pendidikan dan hiburan yang positif bagi anak-anak prasekolah, ada beberapa potensi dampak negatif yang tetap perlu menjadi perhatian kita ayah bunda diantaranya:
- Jika anak-anak terlalu sering menonton film "Baby Bus" atau menggunakan aplikasi edukatif yang serupa, mereka dapat menjadi tergantung pada layar. Ini bisa mengurangi waktu yang dihabiskan untuk beraktivitas fisik, berinteraksi secara sosial, atau bermain di luar ruangan.
- Meskipun sebagian besar konten "Baby Bus" didesain untuk anak-anak prasekolah, ada kemungkinan beberapa materi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai atau standar orang tua. Ini bisa termasuk penggunaan bahasa yang kasar, perilaku yang tidak diinginkan, atau tema yang tidak cocok untuk usia anak-anak tertentu.
- Jika anak-anak terlalu lama menonton film "Baby Bus" atau menggunakan aplikasi edukatif yang serupa, mereka dapat mengalami gangguan perhatian atau kesulitan berkonsentrasi di luar aktivitas layar.
- Menonton film "Baby Bus" secara berlebihan dapat mengurangi kesempatan anak-anak untuk berinteraksi secara langsung dengan orang lain. Interaksi sosial yang nyata penting untuk pengembangan keterampilan sosial dan emosional mereka.
Untuk menghindari
dampak negatif ini, penting bagi kita sebagai orang tua atau pengasuh untuk
memantau dan mengontrol waktu layar anak-anak, memilih konten yang sesuai usia
dan nilai-nilai keluarga, serta memastikan bahwa anak-anak tetap memiliki waktu
untuk bermain di luar ruangan, membaca buku, dan berinteraksi dengan orang lain
secara langsung.
Terimakasih sudah
membaca, sampai jumpa pada artikel selanjutnya. Salam dan Bahagia.

Tidak ada komentar: