Halo, teman-teman guru seluruh Indonesia, apa kabar?
Kali ini saya ingin mengajak teman-teman membahas tentang pentingnya seorang
guru memiliki empati yang tinggi terhadap muridnya dan bagaimana melatihkan rasa
empati itu terhadap murid. Yuk kita simak pembahasannya!
Pertama-tama
kita samakan persepsi dulu ya teman-teman, empati itu apa seh? Empati adalah
kemampuan untuk memahami dan merasakan perasaan serta pengalaman orang lain.
Ini penting karena memungkinkan kita untuk lebih terhubung dengan orang lain,
memperkuat hubungan, mengurangi konflik, dan meningkatkan pemahaman tentang
dunia di sekitar kita. Dengan empati, kita dapat merespons secara lebih baik
terhadap kebutuhan dan perasaan orang lain, menciptakan lingkungan yang lebih
inklusif dan berdaya.
Lalu, mengapa
guru perlu memiliki empati yang tinggi?
Teman-teman sebagai guru sudah sejatinya kita perlu memiliki empati yang tinggi terhadap peserta didik kita. Adapun beberapa alasan terkait hal tersebut antara lain sebagai berikut:
Memahami kebutuhan murid: Dengan empati, guru dapat memahami kebutuhan, kekhawatiran, dan kecemasan murid dengan lebih baik, memungkinkan mereka untuk memberikan dukungan yang sesuai.
Membangun hubungan yang kuat: Empati membantu guru membangun hubungan yang kuat dengan siswa, menciptakan lingkungan kelas yang inklusif dan mendukung.
Meningkatkan motivasi belajar: Dengan merasa dipahami dan didengar, siswa cenderung lebih termotivasi untuk belajar dan berpartisipasi dalam pembelajaran.
Menangani konflik dengan lebih baik: Empati membantu guru menangani konflik antara guru dengan lebih baik, memfasilitasi penyelesaian yang adil dan membangun pemahaman.
Membantu pertumbuhan pribadi siswa: Dengan memperhatikan perasaan dan kebutuhan siswa, guru dapat membantu mereka berkembang secara pribadi dan sosial.
Membangun lingkungan belajar yang aman: Ketika murid merasa dipahami dan diterima, mereka cenderung merasa lebih aman dan nyaman dalam lingkungan belajar, yang mendukung pertumbuhan dan eksplorasi yang lebih baik.
Nah,
teman-teman, selain kita perlu memiliki rasa empati yang tinggi terhadap murid,
kita juga perlu melatihkan empati tersebut kepada mereka. Seperti yang kita
ketahui, murid kita juga merupakan makhluk sosial yang hidup, tumbuh dan
berkembang dalam lingkungan keluarga dan masyarakat, sudah selayaknya mereka
sejak kecil ditanamkan rasa empati yang kuat.
Bagaimana
cara melatih empati kepada murid?
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melatih empati kepada anak atau peserta didik:
Berperilaku teladan: Tunjukkan kepada murid bagaimana berperilaku empatik dengan menjadi teladan. Misalnya, berbicara dengan lembut kepada murid dan sesama warga sekolah, mendengarkan dengan penuh perhatian, dan menunjukkan empati kepada murid-murid di kelas.
Bacakan cerita tentang empati: Pada saat kegiatan pembiasaan atau literasi teman-teman dapat membacakan cerita atau buku tentang karakter yang menunjukkan empati kepada orang lain. Ini dapat membantu murid memahami pentingnya memahami dan merasakan perasaan orang lain.
Beri contoh dalam kehidupan sehari-hari: Gunakan kesempatan sehari-hari di kelas dan sekolah untuk mengajarkan murid tentang empati. Misalnya, saat mereka melihat seseorang teman sedih atau kesulitan, tunjukkan empati dengan bertanya bagaimana mereka bisa membantu atau menawarkan dukungan kepada temannya.
Latihan peran: Bermain peran dengan peserta didik pada materi pelajaran yang sesuai, di mana mereka dapat berpura-pura menjadi orang lain dan mencoba melihat dunia dari sudut pandang orang tersebut. Ini membantu mereka memahami perspektif orang lain.
Dorong pengalaman sosial: Ajak murid untuk terlibat dalam kegiatan sosial, seperti mengumpulkan bantuan untuk korban bencana alam. Ini membuka pikiran mereka terhadap berbagai pengalaman dan memperluas pemahaman mereka tentang empati.
Mendorong komunikasi terbuka: Ajak murid untuk berbicara tentang perasaan mereka sendiri dan meminta mereka untuk memperhatikan perasaan orang lain. Diskusikan bagaimana tindakan dan kata-kata mereka dapat memengaruhi perasaan orang lain.
Pujian yang mendorong perilaku empati: Berikan pujian kepada murid ketika mereka menunjukkan empati dan kebaikan kepada orang lain. Ini akan memperkuat perilaku empati mereka dan mendorong mereka untuk melakukannya lebih sering.
Teman-teman, pada pembahasan diatas kita sudah membahas terkait bagaimana melatihkan empati kepada murid. Selanjutnya kita akan bahas bagaimana dampak empati dalam hubungan sosial.
Dampak
empati dalam hubungan sosial
Empati memiliki dampak yang signifikan dalam hubungan sosial, yaitu:
Meningkatkan koneksi emosional: Empati memungkinkan orang untuk merasakan dan memahami perasaan orang lain secara lebih mendalam. Ini membantu memperkuat koneksi emosional antara individu, menciptakan hubungan yang lebih dekat dan bermakna.
Memperkuat kepercayaan: Ketika seseorang merasa dipahami dan didengar oleh orang lain, itu
memperkuat rasa kepercayaan dalam hubungan tersebut. Empati membantu dalam
membangun kepercayaan dan menjaga kedekatan antara individu.
Mengurangi konflik: Memiliki kemampuan untuk melihat situasi dari perspektif orang lain dapat mengurangi kemungkinan konflik. Dengan memahami perasaan dan sudut pandang orang lain, individu cenderung lebih mampu menyelesaikan perbedaan dengan cara yang damai dan memahami.
Mendorong kolaborasi: Empati memfasilitasi kolaborasi yang produktif dalam kelompok atau tim. Dengan memahami perasaan dan kebutuhan anggota tim, individu dapat bekerja sama secara lebih efektif untuk mencapai tujuan bersama.
Mengurangi kesalahpahaman: Dengan memahami perspektif orang lain, kesempatan untuk terjadi kesalahpahaman atau penilaian yang salah menjadi lebih sedikit. Empati membantu dalam mengklarifikasi komunikasi dan memastikan bahwa pesan dipahami dengan benar.
Meningkatkan kesejahteraan emosional: Ketika seseorang merasa dipahami dan didukung oleh lingkungannya, ini berkontribusi pada kesejahteraan emosional mereka. Empati dalam hubungan sosial dapat memberikan dukungan emosional yang penting dan memperkuat rasa keterhubungan.
Dengan
demikian, empati tidak hanya memperkaya hubungan sosial, tetapi juga memberikan
fondasi yang kuat untuk interaksi yang sehat dan bermakna antara individu. Yuk, teman-teman kita bangun empati pada peserta didik kita, tentunya dimulai dari diri kita dulu...
Terima kasih sudah membaca, sampai jumpa pada artikel selanjutnya. Jangan lupa bagikan juga ke media sosial teman-teman. Salam dan bahagia.
Tidak ada komentar: