Pentingnya Mengajak Murid Berefleksi

Halo, teman-teman guru di seluruh Indonesia! Apa kabar? Semoga semuanya dalam keadaan sehat dan tetap semangat dalam mendidik. Teman-teman, kali ini saya ingin mengajak teman-teman pentingnya mengajak murid berefleksi. Sudahkah teman-teman melakukannya? Apa seh pentingnya mengajak murid berefleksi. Yuk, simak pembahasan berikut teman-teman!

Kegiatan refleksi erat kaitanya dengan dimensi mandiri pada Profil Pelajar Pancasila. Oleh karena itu kebiasaan refleksi harus dibangun dan menjadi bagian dari rangkaian pembelajaran di kelas. Kegiatan refleksi bukan dilakukan karena kebetulan ada waktu tapi kita perlu mengadakan waktu untuk melakukan refleksi. Dengan demikian murid dapat belajar dari proses belajarnya sendiri.

Ada tiga hal yang perlu kita perhatikan untuk mengajak murid berefleksi dalam kegiatan pembelajaran yaitu: 

  1. Bagaimana membuat pertanyaan refleksi yang sesuai untuk murid?
  2. Kapan refleksi dilakukan?
  3. Bagaimana memfasilitasi murid berefleksi.

Mari kita bahas satu persatu!

Bagaimana membuat pertanyaan refleksi yang sesuai untuk murid?

Membuat pertanyaan refleksi untuk murid, tentunya perlu disesuaikan dengan tahapan perkembangan murid kita. Pada fase a misalnya, murid diharapkan dapat melakukan refleksi untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan dan keberhasilan dirinya, sehingga bentuk pertanyaan bisa disesuaikan dengan kriteria ini. Pada fase a refleksi masih berfokus pada ekspresi diri, yang terpenting murid dapat nyaman berbicara, nyaman menjawab dan mengekspresikan dirinya. Guru pada fase a bisa berfokus kepada tiga hal ini dulu sebelum kepada kualitas jawaban dari murid. 

Pada fase b murid diharapkan dapat mengidentifikasi situasi yang dapat mendukung dan menghambat pembelajaran dan pengembangan dirinya. Jadi,bentuk pertanyaan yang dibuat adalah yang dapat membantu murid menemukan situasi tersebut. Misalnya, kita dapat bertanya tentang tahapan apa yang dirasa mudah, sulit, atau merasa dirinya paling berhasil. Kondisi seperti apa yang paling menghambatnya saat belajar atau kondisi yang justru paling membantunya. Pada fase ini jika murid sudah nyaman berekspresi guru dapat mengarahkan kepada kualitas jawaban.  

Pada fase c murid diharapkan dapat mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang dapat mendukung atau menghambatnya dalam belajar dan mengembangkan diri, serta cara-cara untuk mengatasi kekurangannya. Jadi bentuk pertanyaan seharusnya dapat menggiring murid menemukan hambatan dan cara mengatasinya, membantu memahami dirinya saat belajar, menilai hasil kerjanya sendiri, memikirkan bantuan apa yang ia butuhkan, serta sumber daya yang paling membantunya. 

Tahapan alur perkembangan pada setiap fase inilah yang menjadi acuan kita dalam membuat pertanyaan refleksi. Tentunya pertanyaan refleksi juga dapat dikaitkan dengan materi yang dipelajari di kelas. Misalnya mengaitkan pertanyaan refleksi dengan sikap kita terhadap hak dan kewajiban pada saat mempelajarinya pada pelajaran PPKN dan sebagainya. Guru juga dapat memanfaatkan respon murid terhadap pertanyaan refleksi untuk menjadi pertimbangan dalam merencanakan kegiatan belajar di kelas. Misalnya respon mereka saat menjawab hal yang berkaitan dengan sumber daya dan metode yang dapat membantu mereka belajar lebih baik.

Kapan Refleksi dilakukan?

Setelah membuat pertanyaan lalu kapan refleksi dilakukan? Sebenarnya tidak ada ketentuan baku kapan refleksi dilakukan, dikembalikan lagi kepada tujuan dari refleksi itu sendiri. Misalnya saat melakukan refleksi sebagai bagian dari pembelajaran, kita mengharapkan murid dapat melihat kembali proses belajar yang dilaluinya dan hasil yang mereka berikan. Berarti refleksi dapat dilakukan ketika proses sedang berjalan dan di akhir pada saat sudah ada hasil pembelajaran, misalnya di akhir unit pembelajaran. 

Bagaimana memfasilitasi murid berefleksi?

Lalu bagaimana kita memfasilitasi muridnya yang berefleksi? Salah satu caranya bisa dengan memberikan daftar capaian-capaian yang dilalui pada serangkaian proses belajar. Dari daftar ini murid dapat menentukan mana yang sudah dikuasai mana yang belum dikuasai.

Baik teman-teman, demikian dulu pembahasan kita kali ini, semoga bermanfaat, jangan lupa di share juga ke media sosial teman-teman. Sampai jumpa pada artikel selanjutnya. Salam dan bahagia!

Sumber: PMM


Pentingnya Mengajak Murid Berefleksi Pentingnya Mengajak Murid Berefleksi Reviewed by Purnama Merindu on Februari 15, 2024 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.