![]() |
Gambar hanya ilustrasi |
Halo, teman-teman guru di seluruh Indonesia, apa kabar? Semoga teman-teman semua dalam keadaan sehat, dan tetap bersemangat mendidik anak bangsa. Pada kesempatan kali ini saya ingin mengajak teman-teman membahas terkait portofolio sebagai Dokumentasi Pembelajaran Berbasis Project. Yuk, simak pembahasannya!
Apa itu portofolio?
Portofolio adalah kumpulan dokumen hasil penilaian, penghargaan dan karya murid dalam bidang tertentu. Dokumen ini mencerminkan perkembangan murid dalam kurun waktu tertentu pada akhir periode misalnya setelah project, selesai setiap tengah semester atau akhir semester. Portofolio ini menjadi salah satu rujukan diskusi antara guru dan murid tentang perkembangan belajar mereka. Portofolio ini kemudian diserahkan kepada guru kelas berikutnya, juga dilaporkan kepada orang tua sebagai bukti autentik perkembangan belajar murid.
Portofolio sebagai dokumentasi Pembelajaran Berbasis Project
Teman-teman portofolio dapat menjadi salah satu dokumentasi pembelajaran berbasis project yang bertujuan agar murid mendapatkan pembelajaran bermakna dan komprehensif. Apa alasannya? Pertama, portofolio memunculkan rasa kepemilikan atas project pada murid dengan demikian murid terdorong untuk menjadi pembelajar aktif. Kedua, portofolio menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus mendorong murid untuk mengenali kekuatan dan kemajuannya dalam belajar, melakukan refleksi kritis atas kemajuan belajarnya,sehingga dia memahami hal-hal yang perlu dikembangkan atau diperbaiki. Dengan demikian dia terdorong juga untuk menjadi pembelajar mandiri. Ketiga, portofolio menyediakan informasi bagi guru dan orang tua dan menjadi bahan diskusi untuk menjalin komunikasi tentang perkembangan belajar. Dengan demikian guru dan orang tua bisa saling memberikan penguatan yang selaras.
Sebagai contoh kita akan mendampingi murid pada jenjang SMP berkegiatan dan membuat dokumentasi dalam portofolio. Kita misalkan contoh modul projectnya yaitu modul project dengan tema merekayasa dan berteknologi untuk kemajuan NKRI dengan topik berkebun tanpa tanah. Agar bisa dilakukan di lahan terbatas kita bisa mengajak murid menanam sayur hidroponik. Sesuai dengan modul project kegiatan ini dilakukan sebanyak 16 pertemuan. Agar kita dapat memandu dan mendampingi murid melakukan kegiatan membuat dokumentasi dengan baik, ada beberapa prinsip yang perlu kita perhatikan:
- Portofolio dilakukan oleh murid bukan terhadap murid. Mereka berperan aktif memilih hasil kerja yang akan dimasukkan ke dalam portofolio. Biarkan mereka yang memutuskan cara terbaik menurut mereka dalam pengerjaan project ini dan memasukkannya ke dalam portofolio.
- Portofolio merupakan hasil kerja yang menunjukkan kemampuan murid secara jelas sekaligus memperlihatkan tujuan belajar atau kompetensi yang menjadi target sesuai standar yang diharapkan. Kita ambil salah satu contoh tujuan belajar yang hendak dicapai dalam project di atas adalah berlatih mandiri merawat tanaman hidroponik, maka dalam portofolio seharusnya tergambar jelas tahapan-tahapan pencapaian murid merawat tanaman hidroponik secara mandiri.
- Portofolio menjadi alat refleksi project secara berkala artinya portofolio menjadi bahan diskusi berkala antara murid dan murid atau hantaran guru dan murid dengan begini murid merasa diapresiasi sekaligus terdorong untuk selalu memantau portofolionya.
- Portofolio menunjukkan perkembangan murid dalam pembelajaran. Portofolio dibuat oleh murid sejak awal menjalankan project, selama project berlangsung, hingga akhir proses. Ibu bapak guru bisa melihat perkembangan murid pada saat yang sama murid juga bisa memantau perkembangan belajarnya sendiri apakah sudah sesuai dengan target yang dia buat sendiri atau belum.
- Portofolio dikerjakan dengan bimbingan meskipun portofolio ini dibuat oleh murid kita perlu membimbing mereka memilih hasil karya sesuai minat, mendorong mereka untuk percaya diri dengan pilihan masing-masing dan menggunakan portofolio sebagai bahan melakukan refleksi mandiri sekali lagi kita tidak mengarahkan isi portofolio tapi kita dapat memberikan panduan semangat juga apresiasi kepada murid.
Tidak ada komentar: