Hakikat Pendidikan Inklusif

Hallo, sahabat guru, apa kabar? Kali ini kita akan membahas tentang hakikat Pendidikan Inklusif. Semoga dengan tulisan yang singkat ini Bapak/Ibu dapat tercerahkan dan menjawab keraguan Bapak/Ibu tentang hakikat Pendidikan Inklusif yang sesungguhnya. Yuk, mari sama-sama kita simak uraian berikut!

Salah satu target dari tujuan global pembangunan berkelanjutan adalah memastikan pendidikan yang inklusif dan merata serta meningkatkan kecepatan belajar sepanjang hayat untuk semua pada tahun 2030. Namun di seluruh dunia masih terdapat kelompok anak-anak tertentu yang lebih rentan untuk terpinggirkan termasuk anak-anak dari keluarga etnis minoritas, status sosial ekonomi rendah, tinggal di tempat yang sulit dijangkau, anak-anak perempuan dan anak-anak penyandang disabilitas.

Nilai-nilai inklusif tidak membiarkan seorang pun tertinggal atau tersingkirkan dalam pemenuhan hak pendidikan sebenarnya bukanlah hal yang asing bagi Indonesia. Hampir 7 dekade yang lalu Ki Hajar Dewantara telah menyatakan bahwa sistem pendidikan dan pengajaran Indonesia harus disesuaikan dengan kepentingan rakyat, nusa dan bangsa, kepentingan hidup kebudayaan dan hidup kemasyarakatan dalam arti seluas-luasnya. Maka harus diingat adanya perbedaan bakat dan keadaan hidup antara anak didik yang satu dengan yang lain.

Meskipun jumlah sekolah inklusif terus meningkat di Indonesia namun tetap menciptakan kebingungan persepsi mengenai perbedaan sekolah umum dan inklusif di kalangan masyarakat umum dan pemangku kepentingan pendidikan. Dilaporkan juga bahwa tidak semua sekolah inklusif yang diakui secara resmi sepenuhnya mengadopsi filosofi dan pendekatan pendidikan inklusif. Di sisi lain ada sekolah-sekolah umum yang benar-benar mengadopsi pendekatan pendidikan inklusif namun sekolah-sekolah ini tidak menerima status sekolah inklusif dari pihak berwenang sehingga tidak berhak atas dukungan tenaga dan keuangan tambahan.Selain itu juga masih terdapat perbedaan persepsi mengenai peserta didik dalam pendidikan inklusif. 

Lalu, apakah sejatinya Pendidikan Inklusif itu?

Yang perlu digarisbawahi dalam pendidikan inklusif adalah pemahaman mengenai peserta didik. Pendidikan inklusif bukan hanya sekedar memasukkan anak berkebutuhan khusus ke sekolah umum atau ke sekolah reguler, tetapi sekolah juga melayani anak yang sakit, tidak berdaya kondisi fisiknya, mengalami kondisi fisik yang parah seperti hambatan pencernaan ataupun anak dengan kendala kesehatan seperti talasemia ataupun hambatan belajar lainnya. Sehingga pendidikan inklusif di sekolah dapat menyesuaikan kondisi dan kebutuhan setiap peserta didik tanpa terkecuali. Jadi, Pendidikan Inklusif sebagai pemenuhan hak semua anak apapun kondisi potensi dan hambatan belajarnya.

Adaptasi layanan pendidikan inklusif di setiap sekolah perlu terus dilakukan. Salah satu bentuk layanan pendidikan inklusif yang dapat diterapkan adalah transformasi partisipatif percaya diri dan prestasi. Partisipasi bisa dilakukan melalui pemberian kesempatan pada peserta didik untuk berbaur dan berinteraksi dengan sesama teman seusianya misalnya pada kegiatan khusus maupun pada kegiatan yang dilakukan bersama, sehingga guru bisa mengobservasi dan mengidentifikasi. Untuk selanjutnya, guru dapat berdiskusi menyusun program-program jangka pendek secara sederhana sesuai kebutuhan anak, sedangkan pemberian nilai nantinya akan disesuaikan dengan kemampuan tiap-tiap anak.

Guru perlu mengetahui kondisi murid di kelas masing-masing. Seperti adanya anak yang tangannya cedera temporer bisa tetap mengerjakan tugas dan mendapatkan nilai dengan metode merekam suara. Pendidikan inklusif juga bisa terlaksana dengan lancar apabila pihak sekolah melibatkan peserta didik lainnya sehingga semua peserta didik di sekolah bisa memiliki rasa empati dan ringan tangan untuk membantu teman-teman yang memiliki hambatan belajar.

Prinsip-prinsip Pendidikan Inklusif.

Pendidikan inklusif adalah layanan pendidikan yang mengakui hak semua anak tanpa terkecuali. Memberikan kesempatan bagi setiap anak untuk belajar dan berkembang sesuai dengan kebutuhan dan potensi mereka sehingga setiap anak bisa terus berkembang. Prinsip-prinsip pendidikan inklusif yakni:

  1. Aksesibilitas: Prinsip ini menekankan pentingnya memastikan bahwa semua siswa memiliki akses yang sama terhadap pendidikan. Ini termasuk akses fisik ke bangunan sekolah, akses ke materi pelajaran, serta akses ke dukungan dan layanan yang diperlukan untuk mencapai potensi mereka.
  2. Partisipasi: Prinsip ini menegaskan bahwa setiap siswa harus diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam pengalaman belajar yang relevan dan bermakna. Ini melibatkan pembelajaran di dalam kelas dan kegiatan ekstrakurikuler, serta partisipasi dalam kegiatan sosial dan komunitas sekolah.
  3. Keterlibatan: Prinsip ini menekankan pentingnya melibatkan orang tua, guru, dan siswa dalam proses pembelajaran. Keterlibatan ini mencakup kolaborasi antara sekolah dan keluarga, serta memperhatikan perspektif dan kebutuhan individu siswa dalam merencanakan pembelajaran mereka.
  4. Penerimaan: Prinsip ini menggarisbawahi pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang menerima dan menghargai keberagaman. Hal ini melibatkan membangun budaya sekolah yang inklusif, di mana perbedaan dihargai dan dihormati.
  5. Pendidikan yang Berkualitas untuk Semua: Prinsip ini menegaskan bahwa pendidikan inklusif tidak boleh mengorbankan kualitas pendidikan. Setiap siswa harus diberikan akses ke kurikulum yang relevan, metode pengajaran yang efektif, dan evaluasi yang adil, sesuai dengan kebutuhan dan potensi mereka.
  6. Dukungan Individual: Prinsip ini menekankan pentingnya menyediakan dukungan individual yang sesuai untuk siswa dengan kebutuhan khusus. Ini dapat mencakup penggunaan teknologi pendidikan, bantuan dari staf pendukung, modifikasi kurikulum, atau penyediaan layanan terapi.
  7. Kolaborasi: Prinsip ini menekankan pentingnya kolaborasi antara guru, staf sekolah, ahli pendidikan khusus, dan profesional kesehatan dalam mendukung keberhasilan semua siswa. Kolaborasi ini dapat memperkuat pemahaman bersama tentang kebutuhan siswa dan strategi terbaik untuk mendukung mereka.
Dengan menerapkan prinsip-prinsip diatas, sekolah dapat menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung bagi semua siswa. Lalu kira-kira metode belajar dan mengajar apalagi yang bisa bapak dan ibu lakukan untuk mengadaptasi sistem pendidikan yang positif di sekolah? Ingat selalu Bapak/Ibu bahwa setiap peserta didik memiliki keunikan karakteristik dan kebutuhan masing-masing.

Terimakasih sudah membaca, salam dan bahagia.


Hakikat Pendidikan Inklusif Hakikat Pendidikan Inklusif Reviewed by Purnama Merindu on Maret 14, 2024 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.